Kegiatan Lab School Prodi PIAUD IAI DDI Polewali Mandar Melalui Bermain Peran dengan Tema Massiara untuk Optimalisasi Pendidikan Karaktet Anak Usia Dini

Lab schoool

Penanaman nilai-nilai karakter dimulai sejak dini supaya menghasilkan kepribadian anak yang berakhlakul karimah. Penanaman nilai-nilai karakter yang paling tepat dan efektif untuk anak usia dini ialah melalui permainan-permainan edukatif seperti bermain peran, demonstrasi, bercerita, bermain tradisional dan lain lain. Bermain bagi anak merupakan aktivitas belajarnya. Melalui permainan edukatif anak dapat bermain sambil belajar dalam rangka mengembangkan potensi diri yang dimilikinya.  Nilai-nilai karakter yang dapat ditanamkan pada anak sejak dini antara lain: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggungjawab.

Waktu yang paling tepat untuk penanaman nilai-nilai karakater ialah dimulai sejak anak usia dini. Karena anak usia dini merupakan masa-masa awal perkembangannya yang baik  untuk diberikan pendidikan. Masa kanak-kanak 0 – 8 Tahun oleh pakar pendidikan menyebut usia ini sebagai masa-masa keemasan anak (the golden age). Dalam kajian neurosains disebutkan bahwa setiap anak yang baru dilahirkan perkembangan sel saraf otak mencapai 25%, sampai usia 4 tahun mengalami perkembangan 50%, dan sampai usia 8 tahun mencapai 80%, selebihnya berkembang sampai usia 18 tahun (Mulyasa, 2012). Kajian neurosains menjelaskan bahwa perkembangan kecerdasan anak yang paling dominan terjadi pada usia 0 – 8 tahun. Oleh karenanya, masa-masa ini harus dioptimalkan sebaik mungkin untuk penanaman nilai-nilai karakter anak usia dini.

Taman Kanak-kanak Lab School PIAUD merupakan wadah pendidikan bagi anak usia dini jalur formal yang berada dalam lingkungan kampus IAI DDI Polman. Pendidikan anak usia dini tidak hanya untuk membentuk anak-anak yang cerdas tetapi berkepribadian dan berkarakter. Mahasiswa PIAUD pada kegiatan Microteaching  berkolaborasi dengan guru mengadakan kegiatan optimalisasi nilai – nilai karakter melalui kegiatan edukatif yakni bermain peran. Kegiatan ini rutin dilakukan untuk mengukur apakah anak usia dini sudah memiliki karakter yang diterapkan oleh sekolah maka dalam kurun waktu tertentu dilakukan penilaian. Penilaian pendidikan karakter dimaksudkan untuk mendeteksi karakter yang terbentuk pada anak usia dini selama belajar di Taman Kanak-kanak.

Pendidikan karakter merupakan upaya yang dirancang secara sistematik untuk menanamkan nilai-nilai perilaku anak yang berhubungan dengan Tuhan YME, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tatakrama, budaya dan adat istiadat (Gunawan dalam Khoiriyah, 2016). Pendidikan karakter merupakan salah satu pendidikan yang tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan mutu hasil pendidikan saja, namun juga dimaksudkan untuk membentuk karakter, mengembangkan karakter bangsa, dan akhlak mulia sejak dini.

Karakter dapat diperoleh melalui interaksi dengan orang tua, guru, teman, dan lingkungan atau dari hasil pembelajaran secara langsung ataupun melalui pengamatan terhadap orang lain (Mardapi, 2017). Penanaman nilai-nilai karakter bagi anak usia dini tidak dapat terbentuk secara singkat, melainkan harus dilakukan secara kontinu atau pembiasaan dalam pembelajaran.

Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor  87 Pasal 3 Tahun 2017 terdapat  18 nilai penguatan pendidikan karakter yang untuk ditanamkan  kepada peserta didik yaitu : 1) Religius, 2) Jujur, 3) Toleransi, 4) Kerja Keras, 5) Kreatif, 6) Mandiri, 7) Demokratis, 8) Disiplin, 9) Bersahabat/ Komunikatif, 10) Rasa Ingin Tahu, 11) Menghargai Prestasi, 12) Gemar Membaca, 13) Semangat Kebangsaan, 14) Cinta Tanah Air, 15) Cinta Damai, 16) Peduli Lingkungan, 17) Peduli Sosial, 18) Tanggung Jawab.

Tags:

Comments are closed